Selasa, 11 Desember 2018

Dugaan Korupsi Soeharto ICW

Kasus Dugaan Korupsi Soeharto terus menjadi perhatian publik Indonesia. ICW atau Indonesian Corruption Watch telah meminta kepada presiden joko widodo untuk terus mengusut secara tuntas dugaan kasus korupsi yang melibatkan mantan Presiden ke 2 Indonesia Soeharto sebagai suatu mandat Reformasi.
Korupsi Soeharto
Korupsi Soeharto

Emerson Yuntho, Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan mencontohkan yakni pengusutan terkait gugatan perdata terhadap sebanyak 6 yayasan milik Soeharto yang samapi saat ini masih belum menemui titik terangnya. Sementara itu, Yayasan Supersemar yang menjadi milik Soeharto telah diputuskan untuk membayar sejumlah ganti rugi kepada Pemerintah Indonesia sebanyak 4,4 triliun rupiah. Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW juga memninta kepada Jaksa Agung yakni M.

Prasetyo untuk menyegeraka eksekusi terhadap aset yang dimiliki oleh yayasan supersemar. ICW mengaku, pihaknya selalu menyampaikan perihal dugaan kasus korupsi soeharto kepada setiap pemerintahan yang baru. Emerson juga mengungkapkan bahwa jangan sampai kasus ini terhenti tidak berlanjut pada era presiden Jokowi, karena pihaknya masih mempunyai utang (kasus) yang harus diusut terkait dugaan korupsi soeharto.

Elektoral Kandidat Pilpres

Kandidat Pilpres 2019 sampai saat ini terus diterpa berbagai isu. Isu tersebut nyatanya memang berpengaruh terhadap elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden baik nomor urut 01 dan 02. Akan tetapi pengaruh isu tersebut tidak signifikan terhadap elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden ini.
Kandidat Pilpres
Kandidat Pilpres

Hasil survei dari LSI Lembaga survei Indonesia Denny JA mencatatkan setidaknya ada sebanyak 14 isu yang terjadi selama berlangsungnya Pilpres 2019 ini yang tentunya memberikan efek secara elektoral kepada kedua kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. Meskipun begitu, menurut hasil survei LSI Denny JA, efek elektoral tidak berpengaruh secara signifikan terhadap elektabiliras kandidat pilpres 2019.

Rully Akbar, Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menerangkan bahwa isu yang terjadi tersebut lebih banyak menjadi suatu sensasi dalam diskursus publik. Dari sebanyak 14 isu yang muncul ke permukaan, 11 diantaranya telah memberikan kontribusi elektabilitas pada pasangan clon presiden dan wakil presidne nomor urut 02, Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Bisnis Tradisional Akan Digandeng Startup Digital

Tumbuh kembangnya Startup Digital di tanah air dinilai sangat pesat jika dibandingkan dengan negara - negara lain yang pberada di kawasan asia tenggara. Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo meminta kepada startup digital agar turut membantu dan menggandeng bisnis di sektor tradisional terutama pasa bisnis usaha mikro kecil dan juga menengah (UMKM).
Startup Digital
Startup Digital

Dengan menggandeng UMKM, maka UMKM yang telah terintegrasi dengan startup digital diharapkan dapat meningkatkan skala bisnisnya agar lebih luas lagi. Presiden Joko Widodo menerangkan jangan hanya mengandalkan pada bisnis yang bersifat online saja, Bisnis yang offline pun harus dicarikan solusinya dan jalan keluar yang tepat sasaran.

Berdasarkan pengamatan dan penilaian presiden Joko Widodo usaha mikro kecil dan menengah yang ada di Indonesia juga memiliki kualitas produk yang tidak kalah dengan bisnis yang sudah berkembang sebelumnya. Hanya saja, kekuarangan UMKM terletak pada kemasannya yang belum terlihat menarik. Selain itu, jangkauan pasar UMKM juga sangat terbatas karena hanya memasarkan produknya di depan rumah. Lebih dari itu, UMKM tidak memiliki strategi pemasaran yang baik.

Progress Startup Nasional

Presiden Joko Widodo mendorong Startup Nasional agar mampu mengekspansi pasar luar negeri. Presiden Joko Widodo menilai bahwa potensi besar yang dimiliki oleh startup Indonesia untuk bisa bertumbuh sangatlah besar. Akan tetapi, Presiden Joko widodo berharap bahwa startup nasional memiliki visi untuk dapat berkespansi menuju perluasan pasar luar negeri.
Startup Nasional
Startup Nasional

Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah contoah salah satunya adalah startup digital penyedia layanan terpopuler saat ini yakni go-jek yang dinilai sukses berekspansi pada pasar luar negeri. Pada tahun 2018 ini Go-jek telah resmi untuk memenuhi kebutuhan layanan transportasi di Thailand dan juga Vietnam dengan nama yang unik yakni GET dan Go0Viet.

Update paling terbaru, Go-jek juga diisukan melakukan uji coba aplikasinya di kampung halaman Grab, satu satunya pesaing dipasar yang sama. Untuk selanjutnya, Go-Jek bernecana untuk melakukan ekspansi pada pasar Filiphina. Untuk diketahui, Indonesia telah memiliki 4 unicorn yakni Traveloka, Go-Jek, Tokopedia, dan juga Bukalapak. Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa dirinya menginginkan lebih banyak lagi unicorn yang dapat lahir di Indonesia agar dapat meningkatkan nilai ekspor teknologi ke negara lain.

Besarnya Biaya Logistik UKM

Tingginya suatu Biaya Logistik pada industri Usaha kecil menengah menjadi suatu hambatan utama dalam menggerakkan bisnis ini di Indonesia dalam memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Dengan tingginya biaya logistik, memaksa industri usaha kecil menengah tanah air kesulitan dalam bersaing pada kancah industri luar negeri. Padahal, potensi industri usaha kecil menengah di Indonesia memiliki produk yang cukup diminati oleh pasar global.
Biaya Logistik
Biaya Logistik

Muhammad Yukka Harlanda, CEO atau Chief executief officer Brodo menuturkan bahwa tingginya biaya logisitk sangat menghambat ekspansi dan juga ekspor poduk sepatu lokal. Misalnya saja, untuk pengiriman sepatu dari malaysia ke Indonesia hanya membutuhkan biaya sebesar 5 sampai 10 dolar amerika serikat. Sementara itu, untuk melakukan ekspor dari Indonesia ke malaysia justru biayanya lebih tinggi hingga mencapai 3 kali lipatnya.

Sehingga Harlanda berpendapat bahwa pengiriman produk ke luar negeri terbilang masih lebih mahal jika dibandingkan dengan produk impor. Untuk itu, Harlanda berpendapat bahwa seharusnya, para pelaku industri UKM yang ingin mengekspor produknya diberikan insentif pajak agar dapat meningkatkan daya ekspor UKM Dalam Negeri.

Penyelesaian Sumur Blok Muralim

Pengeboran salah satu sumur di Blok Muralim telah diselesaikan dengan baik oleh NuEnergy. Dart Energy Pte Ltd sebagai anak perusahaan dari NuEnergy terus berupaya untuk mengembangkan potensi blok muralim. Salah satu upaya yang dilakukan oleh anak perusahaan NuEnergy adalah dengan merampungkan proyek pengeboran sumur eksplorasi pada blok Muralim yang terletak di Sumatera Selatan.
Blok Muralim
Blok Muralim

Unggul Setyatmoko, CEO NuEnergy menerangkan bahwa sudah ada sebanyak dua pengeboran sumur eksplorasi yang dilakukan secara bersamaan semenjak tanggal 8 November 2019 yang lalu. Namun, baru ada satu sumur saja yang telah selesai dilakukan pengeboran. Sementara itu, sumur yang lainnya masih dalam tahap proses pengeboran. Untuk diketahui, kedua sumur yang tengah dibor oleh NuEnergy tersebut adalah sumur ke 4 dan ke 5 yang dibor di blok Miralim.

Setalah proses pengeboran selesai, selanjutnya NUEnergy akan melakukan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak dan gas alam yang dikandung oleh sumur blok muralim tersebut. NuEnergy telah menandatangani kesepakatan mengelola blok muralim selama 30 tahun semenjak tanggal 3 Desember 2010.

Berapa Harga BBM Premium Tahun Depan

Harga BBM Premium ditaksir akan mengalami kenaikan pada tahun 2019 mendatang. Hal ii dijelaskan oleh para ekonom yang memprediksi bakal adanya kenaikan harga bahan bakar minyak pada jenis premium tahun 2019 mendatang. Prediksi ini didasarkan pada harga minyak dunia yang kemungkinan akan kembali naik buntut dari pertemuan OPEC beberapa waktu yang lalu dalam pembahasan penekanan produksi minyak agar harga minyak kembali naik.
Harga BBM Premium
Harga BBM Premium

Wisnu Wardhana, Ekonom Bank Danamon pun memprediksi bahwa harga bbm jenis premium akan naik sebesar 500 rupiah per liternya pada tahun 2019 mendatang. Asumsi tersebut juga berdasarkan harga minyak mentah dunia yang akan kembali mengalami kenaikan setelah sempat turun dan tentunya dengan naiknya harga minyak mentah dunia akan mengerek harga minyak mentah yang ada di Indonesia.

Dengan adanya kenaikan harga bahan bakar premium ini nantinya diprediksi akan terjadi inflasi sebesar 0,7%. Kenaikan harga BBM jenis Premium ini juga diperkirakan akan dilaksanakan setelah kontes demokrasi nasional atau Pilpres 2019 selesai dilaksanakan.