Senin, 28 Januari 2019

Berita Bisnis : Basis Pendukung Jokowi-Ma'ruf Pecah di Sumatera

Berita Terkini terkait berita politik adalah tentang pecahnya suara dukungan dari basis partai pengusung calon presiden dan wakil Presiden 2019. Dukungan dari amsing - masing basis partai pendukung ini paling banyak terjadi di Sumatera, Jawa Barat, dan banten. Partai politik pendukung Koalisi Indonesia Kerja dinilai masih belum cukup solid untuk mendukung Pasangan calon Presiden dan Wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin di wilaya pulau sumatera secara umum, Jawa Barat, dan Banten. Politik memang sangat berpengaruh terhadap update dan informasi terkait Berita Ekonomi baik secara domestik maupun Internasional.
Berita Bisnis
Berita Bisnis

Dibasis wilayah Koalisi Indonesia kerja tersebut masih terdapat pendukung partai KIK yang juga mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto Sandiaga Uno. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan oleh Indikator Politik pada tanggal 16 sampai dengan 26 Desember 2018 yang melibatkan sebanyak 1.220 responden yang juga dilakukan melalui multistage random sampling atau pemilihan responden secara acak. Survey yang dilakukan indikator politik tersebut memiliki margin of error atau tingkat kesalahan sebanyak kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan kontrol kualitas juga dilakukan terhadap 20% sampel.

Merujuk pada Media Online Katadata yang merupakan salah satu situs Berita Bisnis terbaik menyebutkan, Survey Indikator Politik juga menghasilkan temuan bahwa split ticket voting atau terbelahnya pendukung partai pada Koalisi Indonesia Kerja di Pulau sumatera secara umum adalah mencapai 29,2%, di Provinsi Jawa Barat sebesar 32%, dan di Provinsi Banten sebesar 40,6%. Terbelahnya pendukung Joko Widodo paling banyak terjadi di wilayah sebelah barat pulau jawa yang notabe basis pendukung Prabowo Subianto dan juga paling banyak terpecah di pulau sumatera secara umum. Sementara itu, di wilayah Jawa bagian tengah, timur , dan wilayah Yogyakarta, keterbelahan basis pendukung koalisi Indoneisa kerja relatif sangat kecil. Justru keterbelahan pendukung terbelah paling banyak terjadi pada pendukung partai oposisi atau Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Investing Women Katadata : Industri Iklan Perempuan

Investing In Women Katadata membahas tentang peran perempuan terhadap industri periklana baik domestik mauun industri periklanan global. Dalam pembahasan Investing Women Katadata tersebut diungkapkan bahwa perempuan memiliki peran yang cukup vital bagi industri periklanan di tanah air. Baik sebagai objek periklanan, Praktisi periklanan, dan konsumen dari iklan itu sendiri. Perempuan memang memiliki daya tarik tersendiri bagi siapapun yang melihatnya terutama kaum laki -laki. Perempuan berkulit bersih, putih, tinggi, rambut panjang merupakan sosok perempuan yang masih sering terlihat menghiasi layar televisi tanah air.
Investing Women Katadata
Investing Women Katadata

Dra. Sarah Santi, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul mengungkapkan bahwa bukanlah hal yang baru jika perempuan dan juga tubuhnya kerap kali ditampilkan dalam sebuah iklan. Perempuan, selain menjadi objek dalam membawa pesan iklan, juga memiliki peran lain dalam industri periklanan seperti menjadi praktisi iklan dan menjadi target konsumen dari iklan itu sendiri. Woro Astuti, praktisi periklanan juga mengungkapkan bahwa industri periklanan telah menempatkan perempuan agar setara dengan laki - laki. Woro juga menyebutkan bahwa industri iklan kini telah maju dan tidak terkesan sekonservatif industri yang lain. Pada level top management saja, industri periklanan sudah banyak ditempati oleh kaum perempuan, katanya kepada Investing In Women. Miranti Abidin, seorang praktisi iklan juga menyebutkan bahwa feminisme dalam insutri iklan tidak lepas dari adanya konsekuensi gerakan perempuan yang telah berkembang di banyak negara dan juga sekaligus berhasil menempatkan perempuan pada posisi di level atas.



Sementara itu, dilansir dari https://katadata.co.id/investinginwomen meskipun kaum perempuan sudah ditempatkan setara dalam praktisi iklan, namun kaum perempuan tidak diperlakukan setara ketika sudah berbicara terkait sebagai pemabwa pesan atau objek dalam iklan. Stereotip khas patriarki semakin menguat ketika kaum perempuan yang menjadi model, bintang iklan, dan endorsement kerap kali memunculkan bias gender. Lebih dari itu, hal yang bersifat privasi pun dijadikan bahan komoditas. Hal ini dibuktikan karena Produk yang tidak ada hubungannya dengan tubuh sekalipun tetap emnampilkan perempuan dari sisi sensualitasnya.

Sabtu, 12 Januari 2019

Elektabilitas Prabowo Sandi Naik Tapi Masih Kalah

Elektabilitas Prabowo Sandi menujukan adanya tanda - tanda peningkatan elektabilitas. Kenaikan elektabilitas ini dilatari oleh gencarnya kampanye yang dilakukan oleh Tim Pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno abik di media sosial maupun dengan cara blusukan. Namun sayangnya, kenaikan elektabilitas ini belum cukup untuk meyaingi elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden petahana Joko Widodo - Ma'ruf Amin yang lebih unggul dan terpaut selisih sebanyak 20%.
Elektabilitas Prabowo Sandi
Elektabilitas Prabowo Sandi

Hal ini berdasarkan hasil survei dari Indikator Politik yang menunjukan elektabilitas pasangan Prabowo - Sandi yang naik sebesar 4,8% menjadi sebanyak 34,8% pada bulan Desember 2018 yang sebelumnya hanya mampu mencapai angka 30%. Sementara itu, pasangan capres cawapres petahana Joko Widodo - Ma'ruf Amin mampu mencapai elektabilitas sebesar 54,9% pada bulan yang sama ditahun yang sama.

Elektabilitas Jokowi Naik sebesar 1,4% dibandingkan dengan hasil survey sebelumnya. Dengan adanya kenaikan elektabilitas prabowo - sandi, tim pemenangan Jokowi tidak bisa santai, karena responden yang belum memilih menysuut angkanya yakni hanya sekitar 9,2% dan yang menyatakan golput sebesar 1,1%.

Inilah Pendapatan Film Aquaman

Film Aquaman merupakan film terlaris dari DC Universe. Karena FIlm Aquaman dilaporkan menjadi Film Paling laris dalam sejarah DC Universe sepanjang masa tayangnya. Tayangan Film Aquaman ini mampu mengantongi pendapatan hingga 887 juta dolar Amerika Seriakt atau sekitar 12,6 triliun rupiah dari seluruh penjuru dunia per tanggal 5 Januari 2019.
Film Aquaman
Film Aquaman

Artinya, Film Aquaman dapat mengalahkan pendapatan film Batman VS Superman yang dirilis pada tahun 2016 silam. Film Aquaman dibintangi oleh aktor kenamaan seperti Jason Momoa, Nicole Kidman, Amber Heard, Willem Dafoe, dan Dolph Lundgren. Akan tetapi perolehan pendapatan fantastis ini diwarnai oleh amarah sang sutradara James Wan yang sempat marah dikarenakan film garapannya tidak masuk dalam nominasi visual efek terbaik versi academy awards tahun 2019.

Untuk diketahui, nominasi visual efek terbaik ini diumumkan terpisah dengan kategori yang lain. Sebenarnya, film aquaman sempat amsuk kedalam nominsi tersebut, namuan semakin menegrucut ke 10 besar film dengan viseual efek terbaik dan film aquaman akhirnya tersingkirkan.

Investasi Mineral Dan Batu Bara 2018 Tidak Capai Target

Realisasi Investasi Mineral Dan Batu Bara periode tahun 2018 dinilai meleset dari target yang telah ditetapkan. Hal ini berdasarkan data dari Kementerian ESDM (energi dan sumber daya mineral) yang menunjukan bahwa semenjak awal bulan januari 2018 hingga akhir bulan Desember 2018 investasi pada sektor mineral dan batu bara / minerba hanya mampu mencapai nilai investasi sebesar 6,8 miliar dolar Amerika Serikat dari target sebesar 7,4 miliar dolar amerika serikat.
Investasi Mineral Dan Batu Bara
Investasi Mineral Dan Batu Bara

Bambang Gatot Ariyano, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan bahwa tidak tercapainya target disebabkan oleh adanya perubahan rencana yang telah ditetapkan oleh perusahaan tambang terkait. Contohnya adalah adanya berbagai macam faktor seperti adanya perubahan rencana perusahaan.

Penyebab lainnya yang menyebabkan melesetnya target investasi minerba adalah adanya perusahaan yang masih belum memiliki IPPKH atau Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Karena belum adanya kepastian perpenjangan kontrak turut andil dalam gagalnya pencapaian target investasi mineral dan batu bara, karena pihak investor tentunya masih enggan untuk menanamkan modalnya di sektor mineral dan batu bara.

Belum Jelas Lelang Frekuensi Bolt First Media

Pemerintah, masih bersikap tidak buru - buru untuk menyelenggarakan Lelang Frekuensi Bolt First Media. Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) telah mencabut izin penggunaan pada frekuensi 2,3 Ghz yang sebelumnya dimiliki oleh PT Jasnita Telekomindo, PT Internux (Bolt), dan First Media Tbk per tanggal 28 Desember 2018 yang lalu. Akan tetapi, Pihak Pemerintah masih enggan melelang frekuensi 2,3 Ghz yang kosong tersebut dalam waktu dekat.
Lelang Frekuensi Bolt First Media
Lelang Frekuensi Bolt First Media

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan bahwa tidak ada pemikiran jangka pendek, karena kemarin dicabut dan langsung ditenderkan. Ismail MT, Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo juga sebelumnya menyebutkan instansinya masih terus mengkaji untuk memanfaatkan ketiga slot frekuensi 2,3 Ghz yang kosong tersebut.

Pihaknya akan menguapayakn secara maksimal untuk kepentingan masyarakat umum dan mengembalikan hak Negara. Di sisi lain, PT Smartfren Telecom mengaku pihaknya tertarik untuk membeli slot frekuensi 2,3 Ghz yang kosong tersebut dengan mengikuti ketiga lelang frekuensi tersebut.

Bagaimana Peluang Bisnis Waralaba

Peluang Bisnis Waralaba kategori ayam dan olahannya masih sangat diminati dan juga masih sangat berpotensi. Hal ini dinilai oleh Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia yang menilai bahwa peluang usaha kuliner dengan skema waralaba tetap sangat menjanjikan. Dengan kehadiran jaringan bisnis yang dimiliki pengusaha lokal maupun pengusaha asing ini sangat menjamur dan tidak saling memakan segemntasi pasar.
Peluang Bisnis Waralaba
Peluang Bisnis Waralaba

Masing - masing waralaba memiliki penggemar loyalnya. Levita Supit, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia menyebutkan bahwa tidak perlu khawatir akan kehadiran sejumlah jaringan waralaba kuliner yang sedang menjamur sekarang ini. Levita pun menjelaskan bahwa dari menjamurnya waralaba ini masyarakat dapat belajar dari kesuksesan waralaba tersebut.

Peluang bisnis waralaba ini masih sangat menjanjikan dan memiliki peluang bisnis yang sama meskipun varian produk dan segemntasi pasar yang ditargetkan antar jaringan waralaba tidaklah sama. Pengusaha lokal pun masih bisa membandrol produknya dengan harga yang kompetitif karena pengusaha lokal masih bisa menggunakan bahan baku yang berasal dari dalam negeri.